REVIEW JURNAL 1 TUGAS PENDIDIKAN PANCASILA
NAMA : MUHAMAD TREZA
NURROHMAN
NIM : 701230105
KELAS : 1E
MATA KULIAH: PENDIDIKAN
PANCASILA
DOSEN PENGAMPU: WIDIA
BELLA OKTAVIANI, S.Si., M.Biomed.
REVIEW
JURNAL 1
|
JUDUL |
PERANAN
PANCASILA SEBAGAI LANDASAN PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI |
|
JURNAL |
Pendidikan
Tambusai |
|
VOLUME
DAN HALAMAN |
Volume
6. Nomor 2. Halaman 9986 - 9991 |
|
TAHUN
|
2022 |
|
PENULIS |
Irawati
Nuraeni Dinie
Anggraeni Dewi |
|
REVIEWER |
Muhamad
Treza Nurrohman (701230105) |
|
TUJUAN
PENELITIAN |
Untuk mengetahui pentingnya peranan
Pancasila sebagai dasar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
semakin berkembang pesat. |
|
METODE
PENELITIAN |
Metode penelitian yang digunakan
adalah tinjauan pustaka. Penulis menggunakan referensi dari sumber-sumber
penelitian terdahulu berupa jurnal buku dan jurnal-jurnal yang berkaitan
dengan masalah yang dibahas. |
|
HASIL
DAN PEMBAHASAN |
Pancasila merupakan falsafah bagi
kehidupan bangsa sekaligus sebagai landasan negara Indonesia yang telah hadir
serta mengalami perkembangan sejak dulu namun baru ditetapkan secara resmi
menjadi dasar negara pada 17 Agustus 1945 pada deklarasi kemerdekaan.
Pancasila pertama kali diusulkan oleh Bapak Proklamator yaitu Ir Soekarno pada
sidang BPUPKI tepatnya pada 1 Juni
1945. Ir Soekarno mengemukakan bahwa Pancasila adalah suatu falsafah yang
mendasar dan mendalam serta gagasan bahwa Pancasila adalah landasan suatu bangsa. Perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi erat kaitannya dengan suatu budaya dimana artinya ilmu pengetahuan dan
teknologi selalu berkembang dibidang budaya. Pancasila menjadi dasar dalam perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki tujuan dalam memberi jaminan
kesejahteraan masyarakat dan melindungi bangsa dari pengaruh buruk. Adanya
ilmu pengetahuan dan teknologi dalam masyarakat tentunya merupakan hasil
kebudayaan yang perlu didasarkan pada nilai luhur Pancasila (Astuti &
Dewi, 2021). Pancasila berperan sebagai landasan kebijakan dalam pengembangan
iptek. Berikut adalah 5 aspek yang berkaitan dengan Pancasila sebagai
kebijakan pengembangan iptek (Astuti & Dewi, 2021): 1.
Ilmu pengetahuan dan teknologi yang
dikembangkan dapat menghormati keyakinan masyarakat Indonesia. 2.
Dalam mengembangkan iptek perlu
didasari dengan pengembangan kemanusiaan dan nilai-nilai kemanusiaan. 3.
Ilmu pengetahuan dan teknologi dapat
menyeragamkan unsur kebudayaan serta mempererat persatuan dan memberikan
perkembangan dalam pendidikan. 4.
Ilmu pengetahuan dan teknologi
harus demokratis 5.
Memperkecil kesenjangan dalam
mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mendistribusikan iptek
secara merata untuk mendukung masyarakat dan membuatnya lebih sejahtera. Selain
landasan kebijakan terdapat juga landasan etika dalam pengembangan Ilmu
pengetahuan dan teknologi, diantaranya: 1. Perkembangan
IPTEK dan manusia saling berkaitan dan diharuskan dapat saling menghormati antar manusia. 2. Perkembangan
IPTEK perlu membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik. 3. Perkembangan
IPTEK harus mendukung pemekaran komunitas dimasyarakat. 4. Perkembangan
IPTEK diharuskan bersifat terbuka karena memiliki keterkaitan serta dampak
langsung bagi kehidupan masyarakat. 5. Ilmu
pengetahuan dan Teknologi turut membantu terciptanya manusia yang
berkeadilan. |
|
KESIMPULAN |
Pancasila sebagai dasar atau
landasan dalam mengembangkan Ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki tujuan dalam
memberikan jaminan kesejahteraan kepada masyarakat serta melindungi bangsa
dari ancaman dan pengaruh negatif perkembangan Ilmu pengetahuan dan
teknologi. Keberadaan Pancasila diharapkan dapat memelihara kepribadian
bangsa Indonesia dalam menghadapi perkembangan IPTEK dan mengurangi
kekhawatiran masyarakat mengenai dampak buruk dari IPTEK. |
|
KELEBIHAN
|
Pembahasan jurnal yang cukup
mendalam serta menggunakan metode penelitian tinjauan pustaka yang memudahkan
untuk mencari berbagai macam referensi. Sumber yang dicantumkan jelas dan
struktur penyusunan jurnal lengkap. |
|
KEKURANGAN |
Terdapat beberapa penggunaan
istilah kata yang kurang dimengerti misalnya “Filsafati” , “Intrinsik”, “Ekstrinsik”
, dan “Ontologis”. |